Kamis, 27 Juli 2017

bolehkah hewan menjadii Saksi?tapi ini terjadi baca selengkapnya

Wanita asal Michigan diduga telah melakukan pembunuhan tingkat pertama. Namun, ada hal unik dalam perkara tersebut. Yakni, yang dijadikan saksi mata adalah seekor burung beo.

Dalam kasus pembunuhan Glenna Duram, terhadap suaminya Martin Duram pada Mei 2015 tersebut, pihak polisi mengklaim bahwa burung beo, peliharaan keduanya, bisa mengulangi perkataan Martin sebelum meninggal.


“Diam,” ucap burung beo abu-abu Afrika tersebut dalam video rekaman yang dilansir livescience.com, Rabu (26/07/2017), “Jangan sembarangan menembak.”

Para ahli dalam pengadilan kasus ini, mengklaim bahwa apapun yang diucapkan burung beo tersebut, bukan berasal dari acara televisi atau sumber lain. Selain di lokasi pembunuhan.

Burung beo bisa meniru adegan atau ucapan yang dilihatnya walau hanya sekali lihat. Apalagi dalam kasus ini, burung beo tidak hanya meniru kata-kata dan suara, tapi juga melakukannya dengan suara seseorang.

Irene Pepperberg, seorang peneliti di Universitas Harvard, yang bekerja sebagai komunikator dengan burung beo mengatakan, suara burung beo ini dihasilkan oleh organ yang disebut syrinx.

Syrinx terletak tepat di atas paru-paru mereka di saluran pernapasan dan dikelilingi otot-otot.
Otot-otot inilah yang memberikan burung beo banyak kendali atas suara yang dihasilkan.

Tidak heran, burung beo dapat bernyanyi, bersendawa, sampai meniru suara manusia. Terutama suara orang yang memelihara dirinya.

Ada banyak jenis burung beo. Namun burung beo abu-abu Afrika adalah yang paling baik dalam meniru suara manusia. Sehingga mereka paling sering dipelihara manusia.

Banyak Pria Menangis Setelah Membaca Ini, Kisah Mengharukan Perjuangan Seorang Istri



Ia mulai dari tidak ada apa-apanya bekerja sebagai kuli bangunan hingga akhirnya berhasil menjadi kepala bagian. Kemudian ia membentuk tim pekerja tersendiri yang akhirnya berkembang menjadi sebuah perusahaan konstruksi.

Sang istri yang mendampingi pria ini sejak kuli bangunan, semakin hari tampak semakin tua. Tubuh yang dulunya langsing, sekarang tampak kasar berotot, kulit pun tidak sehalus dulu. Dibandingkan dengan beribu wanita cantik di luar sana, ia tampak terlalu sederhana dan pendiam. Kehadirannya senantiasa mengingatkannya akan masa lalu yang sukar.

Sang suami berpikir, inilah saatnya pernikahan ini berakhir. Ia menabungkan uang sebesar 1 miliar ke dalam bank istrinya, membeli juga baginya sebuah rumah di daerah kota. Ia merasa, ia bukanlah suami yang tak berperasaan. Sekiranya ia tidak mempersiapkan bekal bagi hari tua istrinya, hatinya pun tidak tenang.

Akhirnya, ia pun mengajukan gugatan cerai kepada istrinya. Sang istri duduk berhadapan dengannya. Tanpa berbicara sepatah katapun ia mendengarkan alasan sang suami mengajukan perceraian. Tatapannya terlihat tetap teduh dan tenang.

Ketika hari sang istri pergi dari rumah pun tiba, sang suami membantunya memindahkan barang- barang menuju rumah baru yang dibelikan oleh suaminya. Demikian pernikahan yang telah dibangun selama hampir 20 tahun lebih itu pun berakhir begitu saja.

Sepanjang pagi itu, hati sang suami sungguh tidak tenang. Menjelang siang, ia pun terburu-buru kembali ke rumah tersebut. Namun ia mendapati rumah tersebut kosong, sang istri telah pergi. Di atas meja tergeletak kunci rumah, buku tabungan berisi 1 miliar rupiah dan sepucuk surat yang ditulis oleh istrinya.

Saya pamit, pulang ke rumah orang tua saya. Semua selimut telah dicuci bersih, dijemur di bawah matahari, kusimpan di dalam kamar belakang, lemari sebelah kiri. Jangan lupa memakainya ketika cuaca mulai dingin.

Sepatu kulitmu telah kurawat semua, nanti bila akhirnya mulai ada yang rusak, bawa ke toko sepatu di sudut jalan untuk diperbaiki. Kemejamu kugantung pada lemari baju sebelah atas, kaos kaki, ikat pinggang kutaruh di dalam laci kecil di sebelah bawah.

Setelah aku pergi, jangan lupa meminum obat dengan teratur. Lambungmu sering bermasalah. Aku telah menitip teman membelikan obat cukup banyak untuk persediaanmu selama setengah tahun.

Oh ya, kamu sering sekali keluar rumah tanpa membawa kunci, jadi aku mencetak 1 set kunci serta kutitipkan pada security di lantai bawah. Semisalnya kamu lupa lagi membawa kunci, ambil saja padanya.

Ingat tutup pintu dan jendela sebelum pagi-pagi berangkat kerja, kalau tidak, air hujan dapat masuk merusak lantai rumah. Aku juga membuatkan pangsit. Kutaruh di dapur. Sepulang dari kantor, kamu dapat memasaknya sendiri.

Tulisannya jelek, sukar dibaca. Namun setiap huruf bagaikan selongsong peluru berisikan cinta tulus, yang ditembakkan menghujam jauh ke dalaman ulu hatinya.

Ia memandang setiap pangsit yang terbungkus rapi. Ia teringat 20 tahun yang lalu ketika ia masih menjadi seorang kuli bangunan, teringat suara istrinya memotong sayur, mempersiapkan pangsit di dapur, teringat betapa suara itu bagikan melodi yang indah dan betapa bahagianya ia pada saat itu.

Ia pun tiba-tiba teringat janji yang diucapkannya saat itu: “Saya harus memberi kebahagiaan bagi istri saya…” Detik itu juga ia berlari secepat kilat segera menyalakan mobilnya.

Setengah jam kemudian, dengan bersimbah keringat, akhirnya ia menemukan istrinya di dalam kereta. Dengan nada marah ia berkata, “Kamu mau ke mana? Sepagian aku letih di kantor, pulang ke rumah sesuap nasi pun tak dapat kutelan. Begitu caranya kamu jadi istri? Keterlaluan! Cepat ikut aku pulang!”

Mata sang istri berkaca-kaca, dengan taat ia pun berdiri mengikuti sang suami dari belakang. Mereka pun pulang. Perlahan, air mata sang istri berubah menjadi senyum bahagia.

Ia tidak mengetahui bahwa sang suami yang berjalan di depannya telah menangis sedemikian rupa. Dalam perjalanan sang suami berlari dari rumah ke stasiun kereta, ia begitu takut. Ia takut tidak berhasil menemukan istrinya, ia sangat takut kehilangan dia.

Ia menyesali dirinya mengapa dirinya begitu bodoh hingga hendak mengusir wanita yang begitu ia cintai. Kehidupan pernikahan selama 20 tahun ini ternyata telah mengikat erat-erat mereka berdua menjadi satu.

Kekayaan yang sebenarnya bukanlah terletak pada angka di dalam buku tabungan, melainkan terletak pada senyuman bahagia pada wajah anda.

Apakah Wajib Anak Memberi Nafkah Kepada Orang tua?ini jawabanya


Gimana rasanya ngedapetin gaji pertama? Seneng? Antusias? Atau biasa aja? Terus, gaji pertama itu kamu kasih ke siapa, Sob? Orangtua? Makan bareng teman-teman? Or kamu nikmatin sendiri aja?

Kepada siapa kamu berikan or untuk apa kamu habiskan, yang penting dihabiskan di jalan yang baik lah.

Nah, Sob, setelah nerima gaji berikutnya dan berikutnya apakah lantas menjadi kewajiban bagi seorang anak untuk memberikan nafkah kepada orangtua secara kontinu?

Ulama 4 madzhab sepakat bahwa anak punya kewajiban menafkahi orangtua kandung bila memang orangtua tersebut sudah tidak mampu lagi bekerja. Orangtua yang tidak mampu mampu bekerja, sehingga tidak memiliki pemasukan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Kewajiban memberi nafkah ini ada baik pada anak laki-laki maupun perempuan.

Imam Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, “Para ulama telah berijma’ bahwasanya orangtua yang fakir dan tidak punya penghasilan serta tak punya harta, wajib bagi anaknya memberikan nafkah untuk mereka dari hartanya.” (Al Mughni 11/373).

Dalil dalam al-Quran, “dan Tuhanmu telah telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (Al Isra’: 23).

Termasuk berbuat baik pada ibu bapak adalah membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka saat mereka sudah tidak mampu lagi bekerja maupun memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri.

Dari sahabat Abdullah bin Amr, salah seorang sahabat mendatangi Nabi, dan bertanya tentang harta yang ia miliki namun ia mempunyai orangtua yang miskin. Ia lalu bertanya apakah ia wajib menafkahi orangtuanya? Nabi pun menjawab, “Sesungguhnya kamu dan hartamu adalah milik orangtuamu. Dan anak-anakmu adalah bagian dari penghasilanmu yang baik, maka makanlah dari penghasilan anak-anakmu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa penghasilan anak menjadi bagian penghasilan orangtuanya. Maka menafkahi orangtua pun menjadi kewajiban anak, karena itu bagian dari penghasilan mereka.

Soal memberi nafkah pada orangtua ini ternyata ada syarat wajibnya, Sob.

Syarat wajib menafkahi orangtua yang pertama adalah orangtua dalam kondisi miskin dan tidak mampu bekerja. Ulama madzhab Malikiyah mengatakan bahwa memang wajib memberi nafkah pada orangtua yang miskin, namun bila orangtua tersebut miskin tetapi sebenarnya masih mampu bekerja, maka orangtua tersebut seharusnya bekerja atau dipaksa untuk bekerja, bukan meminta kepada anaknya.

Imam al-Dardir mengatakan, “(Wajib memberikan nafkah) jika orangtua itu tidak mampu lagi berusaha atau bekerja, dan jika tidak begitu (jika orangtua tidak dalam keadaan miskin dan tidak mampu bekerja) maka tidak ada kewajiban bagi anaknya untuk menafkahi. Dan kedua orangtuanya itu dipaksa untuk bekerja, dan ini pendapat yang muktamad (dipegang).” (Hasyiyah Al-Dusuqi ‘ala Syarh Al-Kabir 2/522).

Syarat wajib kedua adalah anak yang memberikan nafkah tersebut adalah anak yang mampu dan memang punya penghasilan. Wajib bagi anak tersebut memberi nafkah bila memiliki kelebihan untuk menafkahi orangtuanya, setelah ia memberikan nafkah untuk diri dan keluarganya.

Jadi, tetep ya, Sob, kalau misal anak ini adalah anak laki-laki yang mempunyai orangtua yang tidak memiliki pemasukan lagi, maka ia mempunyai dua kewajiban. Kewajiban menafkahi orangtuanya yang miskin dan tidak mampu, lalu menafkahi istri dan anak-anaknya sendiri.

Jika seorang anak laki-laki mampu melakukan dua kewajiban ini, maka inilah kewajibannya. Tetapi, jika dia tidak mampu memadukan dua kewajiban tersebut karena penghasilannya pas-pasan, maka yang harus didahulukan adalah menafkahi istri dan anak-anaknya.

Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Kafi fi Fiqh Al-Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, “(Syarat kedua) ialah bahwa si anak yang wajib menafkahi orang tuanya ini mempunyai nafkah yang lebih setelah ia menafkahi dirinya dan isrinya. Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Jabir bahwa Nabi SAW bersabda, ‘Mulailah (menafkahi) dirimu sendiri dan kemudian keluargamu’.” (Al-Kaafi 3/240).

So, menjadi kewajiban seorang anak untuk menafkahi orangtuanya, bila orangtuanya tidak memiliki penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Nafkah tersebut menjadi kewajiban anak-anaknya, setelah sang anak utamanya anak laki-laki mencukupi kewajiban terhadap istri dan anak-anaknya sendiri.

Jika sang orangtua tidak miskin dan masih punya pemasukan misalnya pemasukan dari uang pensiun, maka memberi nafkah pada orangtua menjadi nggak wajib.
Kecuali kalau memang ada kelebihan harta dan memang ingin memberi. Asal nggak mendzolimi diri sendiri dan keluarga (buat yang sudah menikah), sah-sah saja melakukan hal itu sebagai bentuk birrul walidain. Allahu a’lam

Keutamaan Berpuasa Sunah Senin dan Kamis



Hari Senin dan Kamis memiliki keutamaan dibandingkan dengan hari-hari lainnya.

Puasa sunah Senin dan Kamis merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Puasa ini kerap dijalankan Rasulullah Muhammad SAW.

Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah, At Tirmidzi, dan An Nasai, Rasul bersabda: ” Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wa salam sering melakukan puasa Senin dan Kamis.”

Namun, di benak sebagian umat Islam mungkin muncul pertanyaan, mengapa dilaksanakan di hari Senin dan Kamis? Apakah hari-hari lain tidak memiliki keutamaan?

Terkait hal ini, dua hari tersebut memang memiliki keistimewaan tersendiri dibanding dengan hari-hari yang lain. Di dua hari ini, pintu surga dibuka lebar.

Dosa-dosa orang Mukmin akan diampuni di dua hari ini. Kecuali mereka yang sedang bermusuhan.

Hal ini seperti tertuang dalam hadits yang diriwayatkan Muslim.

” Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: ‘Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai’.”

Rabu, 26 Juli 2017

Apabila kamu Sholat Berjamaah di Masjid,kamu akan di do'a oleh.......



Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ وَفِى سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا ، وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لاَ يُخْرِجُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ ، وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ ، فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَيْهِ مَا دَامَ فِى مُصَلاَّهُ (مَا لَمْ يُحْدِثْ)  تَقُوْلُ : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ . وَلاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ

“Shalat seseorang dengan berjama’ah dilipatgandakan daripada shalatnya di rumah dan di pasarnya dua puluh lima kali lipat. Dan hal itu apabila ia berwudhu lalu memperbagus wudhunya kemudian keluar ke masjid dengan tujuan hanya untuk shalat. Tiap ia melangkah satu langkah maka diangkatkan baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosanya. Lalu apabila ia shalat, para malaikat akan terus mendo’akannya selama ia berada di tempat shalatnya, selama ia tidak berhadats. Malaikat akan mendoakan, “Ya Allah, sejahterakanlah ia. Ya Allah, rahmatilah dia.” Dan ia dianggap terus menerus shalat selama ia menunggu shalat.” (HR. Bukhari, no. 647 dan Muslim, no. 649).

Kesimpulan Mutiara Hadits

1- Bolehnya melaksanakan shalat di pasar, meskipun saat itu hati terkadang tersibukkan dengan urusan duniawi dan kurang khusyu’ sehingga kurang disukai.

2- Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendirian yaitu 25, 26, atau 27 derajat sebagaimana disebutkan dalam riwayat lainnya.

3- Hukum shalat jama’ah bagi pria adalah fardhu ‘ain menurut pendapat yang lebih kuat. Dalil lain menunjukkan bahwa hukum shalat jama’ah itu wajib ‘ain karena ada ancaman keras bagi yang meninggalkan shalat jama’ah dan orang buta yang mendengar adzan masih disuruh untuk menghadiri shalat jama’ah.

Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali hafizhohullah berkata, “Orang yang melaksanakan shalat sendirian masih sah, namun dihukumi berdosa karena ia telah meninggalkan shalat berjama’ah. Wallahu a’lam.” (Lihat Bahjatun Nazhirin, 1: 38). Ini tentu bagi yang meninggalkan shalat jama’ah tanpa ada uzur.

4- Niat yang membuat seseorang pergi keluar hingga menunggu shalat dinilai berpahala. Jika seseorang keluar rumah tidak berniat untuk shalat, tentu tidak mendapat pahala seperti itu.

5- Shalat lebih utama dari amalan lainnya karena terdapat do’a malaikat di sana.

6- Di antara tugas para malaikat adalah mendo’akan kebaikan pada orang-orang beriman. Do’a ini ada selama seorang yang shalat tidak berbuat kejelekan di masjid dan selama ia terus berada dalam keadaan suci (berwudhu).

7- Hadits ini menunjukkan keutamaan menunggu shalat. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Jika seseorang menunggu shalat dalam waktu yang lama, setelah sebelumnya melakukan shalat tahiyatul masjid dan berdiam setelah itu, maka akan dihitung pahala shalat.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 1: 74).

Minggu, 23 Juli 2017

Anak 14 Tahun di Tangerang Bertinggi Hampir 2 Meter, selengkapnya




Perkenalkan, Renard Ichthus Hernando. Remaja 14 tahun ini sebenarnya memiliki kehidupan normal sebagai siswa kelas X di SMAN 18 Kabupaten Tangerang. Namun ada yang berubah ketika publik tahu tinggi badannya hampir 2 meter di usia masih belasan tahun.

“Iya saya juga kaget bisa terkenal kemana-mana, saya pikir cuma di sekolah atau Tangerang saja,” tutur Renald, Minggu (23/7/2017).

Dia mengetahui dirinya terkenal lantaran tinggi badannya mencapai 195 meter itu berawal dari grup whatsapp teman-teman gerejanya. Saat itu temannya mengunggah foto dia dan gurunya yang pernah diupload oleh teman kelasnya ke media sosial.

“Mulai dari situ ramailah kemana-mana,” ujarnya.

Renald pun tidak memungkiri bila tinggi badannya itu memang di atas rata-rata remaja seusianya. Bahkan untuk masuk ruangan kelas atau rumahnya saja, dia harus menundukkan kepala agar kepalanya tidak terbentur.

Dia mengaku bila tingginya itu menjulang pada saat dia di kelas 3 SMP.

“Waktu SD masih biasa saja, tetapi saat memasuki SMA kemarin atau pas kelas 3 SMP, saya merasa semakin tinggi. Bahkan kakak saya pun kalah,” tuturnya.

Kakaknya itu memiliki tinggi badan 190 cm. Sementara ayahnya memiliki tinggi sekitar 180 cm dan ibunya sekitar 170 cm.

“Memang keturunan tinggi dari keluarga, mau bagaimana lagi? Saya syukuri saja,” katanya.

Meski menjadi yang tertinggi di sekolah, Renard tetap menjalani aktivitas seperti biasa dengan teman-temannya di sekolah. Renard juga memiliki kesibukan lain di luar sekolah dalam rangka menyalurkan hobi, yakni bermusik serta olahraga bulu tangkis.

Sementara itu, Kepala SMAN 18 Kabupaten Tangerang, Heri Supriatna, mengatakan akan mendidik Renard seperti pelajar lain. Pihak sekolah khususnya para guru tidak akan membedakan Renald dengan siswa lainnya.

“Sudah biasa itu kalau ada yang berbeda. Kami tetap mendidik sebagaimana tugas kami,” katanya

Yuni Shara Wajib Mengonsumsi Minuman Ini Setiap Hari, kamu pasti suka




Yuni Shara rupanya punya minuman khusus yang harus ia minum setiap harinya. Bukan suplemen, Yuni merasa minuman ini bisa meningkatkan mood dan semangatnya setiap hari. Apa itu?

“Saya suka kopi, dan saya selalu bawa termos kecil karena saya suka kopi yang panas. Jadi kalau sudah dingin kopinya saya ga minum lagi. Saya suka kopi luwak tanpa gula,” kata Yuni Shara, saat ditemui di kawasan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2017).


Saking cintanya dengan kopi, janda dua anak ini punya koleksi kopi dari berbagai daerah. “Hidup saya harus ada kopi. Di rumah harus ada kopi, banyak macam kopi di rumah. kalau saya yang penting kopi tanpa gula,” sambung Yuni Shara.

Yuni Shara mengaku harus minum kopi setiap hari. Tanpa kopi, kakak Krisdayanti ini merasa ada yang kurang. Ia pun punya waktu favorit untuk menyeruput kopi.

“Pagi pasti (ngopi). Kalau habis makan saya ngopi sedikit. Enggak enak soalnya kalau enggak ngopi,” sambung penyanyi spesialis lagu lawas ini.

Yuni Shara merasa harus minum kopi setiap hari, di mana pun dia berada. “Kalau berapa gelasnya enggak ngitungin sih, yang penting ngopi lah,” kata Yuni Shara.