Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an dan hadist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an dan hadist. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juli 2017

Jika Anda Orang Hebat Ada Pujian! Begini Doa ketika Dipuji Orang





Ketika kita dipuji, katanya ada doanya… tolong tulisakan hadisnya dari Nabi saw… trim’s

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dalam kajian seputar raqaiq (membangun kelembutan hati), kita selalu diajarkan bahwa tidak ada pujian yang berarti selain pujian Allah. dan tidak ada celaan yang berarti, selain celaan dari Allah. karena Dia-lah Dzat yang mengetahui kondisi hamba-Nya lahir bathin.


Allah Ta’ala berfirman,

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Jangan kalian memuji-muji diri kalian sendiri, karena Dia-lah yang paling tahu siapa yang bertaqwa.” (QS. an-Najm: 32)

Karena itulah, seorang mukmin akan lebih memperhatikan kondisi bathinnya dibandingkan penilaian orang lain. Manusia hanya bisa menilai lahiriyah, sementara kondisi bathin mereka buta.

Doa ketika Dipuji

Kami tidak mengetahui adanya doa khusus dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika kita mendengar pujian orang lain. Hanya saja ada riwayat dari sahabat yang membaca doa berikut ketika dia berdoa.

Dari Adi bin Arthah –rahimahullah – (seorang ulama Tabi’in) beliau bercerita,

كان الرجل من أصحاب النبي – صلى الله عليه وسلم – إذا زُكِّي، قال

“Dulu ada seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang apabila dia dipuji mengucapkan,

اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ

“Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku, atas kekurangan yang tidak mereka ketahui. Dan jadikan aku lebih baik dari pada penilaian yang mereka berikan untukku.”

Doa ini diriwayatkan Bukhari dalam Adabul Mufrad (no. 761) dan sanadnya dishahihkan al-Albani. Juga al-Baihaqi dalam Syua’abul Iman (4/228).

Doa ini menunjukkan bahwa sahabat adalah manusia yang jauh dari karakter bangga dengan pujian manusia. Bahkan mereka mengakui kekurangan yang mereka miliki, yang itu tidak diketahui orang yang memuji.

Dengan ini akan menghalangi kita dari potensi ujub.

Dengan ini pula kita akan lebih mudah mengakui kekurangan kita.

Allahu a’lam.

Jumat, 14 Juli 2017

Belajar dari kehidupan, hablum minannas.

Alloh Swt. berfirman, “Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan. (QS. Al-Hasyr [59]: 2)

Saudaraku, setiap kesempatan berbuat baik janganlah disia siakan, karena ladang amal yang terlihat itu semuanya hadir atas izin Alloh S.W.T.

Alloh S.W.T. yang mempertemukan kita dengan berbagai kesempatan amal kebaikan. Maka wujud rasa syukur kita adalah dengan mengambil kesempatan itu dengan antusias.

Kita perlu terus-menerus menafakuri kejadian apapun yang terlihat dan terasa serta terdengar kerena semua terjadi dengan ijin Alloh S.W.T. dan pasti tak ada yang kebetulan serta sia sia. Semua ada hikmah dan pelajaran berharga bagi yang mau menafakurinya.

Bila kita bertemu dengan orang yang menyenangkan, itu pun takdir Alloh S.W.T. agar kita bisa meniru kebaikan yang kita lihat dan rasakan. Bulatkan tekad untuk bisa mengamalkan hal ini.

Demikian juga bila kita bertemu dengan orang yang berkata dan berperangai buruk, itupun pelajaran dari Alloh S.W.T. agar kita bertekad untuk tak melakukan keburukan yang sama dan sekuat tenaga menghindarkan diri dari perbuatan seperti itu.

Jadi, setiap pertemuan bisa efektif menjadi pelajaran dan ilmu bagi kita untuk mengevaluasi diri dan membulatkan tekad agar bisa jadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Demikian pula bila kita ditakdirkan mendapat informasi dari beragam media tentang perilaku baik dan buruk dari orang lain, maka seharusnya semua ini menjadi pelajaran berharga untuk jadi jalan tafakur diri.

Segera bulatkan tekad utnuk tak meniru keburukan. Dan kuatkan juga tekad untuk meniru kebaikan sekecil apapun yang kita tahu dan kita rasakan.

Kegagalan kita mendapat pelajaran adalah karena kita tak merasa sedang diajari Alloh S.W.T. lewat kejadian dan berita yang kita simak. Kita malah lebih sibuk mengomentari karena perasaan suka atau tak suka semata. Padahal yang terpenting adalah jadi bahan evaluasi diri dan bahan perbaikan diri.

Alangkah menyenangkan kita bisa belajar setiap saat dan memperbaiki diri setiap waktu. Insyaa Alloh kita tak akan mudah sakit hati oleh perilaku orang yang kurang baik karena dalam persepsi kita semua itu adalah ladang ilmu dan ladang amal bagi kita, semua adalah karunia Alloh semata.

Inilah Kebiasaan-Kebiasaan Kurang Baik yang Berhubungan dengan Sholat Tahajud




sekalipun shalat Tahajud merupakan shalat yang memiliki banyak kebaikan, tapi ada yang perlu kita perhatikan saat akan melakukan shalat tahajud, tentunya berkaitan dengan niat karena bagaimanapun segala amalan bergantung niatnya. Nah, ada beberapa kebiasaan kurang baik yang biasanya dilakukan ketika kita hendak melakukan shalat Tahajud.

Allah berfirman yang artinya, “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah- mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al- Isra’: 79)

Rasulullah bersabda yang artinya, “Sesungguhnya Allah akan mempercepat terwujudnya harapan dan memberi rasa aman kepada hambanya yang melaksanakan sholat malam.” (HR. Ahmad)

Begitu beruntungnya mereka yang mengerjakan sholat tahajud. Mereka yang terpanggil hatinya untuk melakukan sholat tahajud. Mereka yang membiasakan dirinya mendirikan sholat tahajud.

Namun terkadang terdapat beberapa kebiasaan yang melaksanakan sholat tahajud karena suatu hal bukan murni dilandasi karena Tuhan. Yaitu antara lain:

– Bertahajud hanya ketika meminta pertolongan kepada Tuhan.

-Bertahajud saat ingin dianggap baik oleh orang lain.

-Bertahajud hanya saat karena tersentak bangun di malam hari.

-Bertahajud ketika mengisi waktu luang saat sulit tidur di malam hari.

Selain itu juga terdapat beberapa kebiasaan- kebiasaan sholat tahajud yang dilakukan berlebihan antara lain,

-Saat sangat mengantuk tetap bertahajud.

Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian mengantuk dalam sholatnya, maka hendaknya ia tidur terlebih dahulu sampai menyadari (segala) yang dia ucapkan.” (HR. Bukhari)

-Memaksa diri bertahajud padahal sedang sakit dan lemah.

-Tetap bertahajud sepanjang malam tampa memikirkan kebutuhan fisiknya.

Rasulullah bersabda, “Demi Allah! Akulah orang yang paling takut dan bertakwa kepada Allah diantara kalian. Namun, aku berpuasa dan berbuka, sholat dan tidur, juga menikahi wanita- wanita. Barang siapa yang membenci sunahku maka ia bukan termaksud golonganku.” (HR. Bukhari)