iklan 336x280
iklan link responsive
Baca Juga
Wilayah Indonesia semakin menarik disinggahi kapal pesiar.Princess Cruises, salah satu perusahaan kapal pesiar wisata mewah mengumumkan akan membawa lebih dari 60.000 wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Selain Bali, rencananya mereka akan mengunjungi Lombok, Pulau Komodo, Makassar, Semarang, dan Probolinggo.
"Kami akan mendedikasikan lima kapal pesiar yang memiliki 26 rencana pelayaran dan kunjungan ke Indonesia," ujar Farriek Tawfik, Direktur Kawasan Asia Tenggara Princess Cruises kepada wartawan di Almond zucchini, Kamis (20/06/2017).
Menurutnya banyak keuntungan yang didapat ketika suatu wilayah disinggahi kapal pesiar.
Selain mendapatkan pajak pelabuhan, juga terutama mendapat pemasukan dari pembelian kebutuhan supply kapal, seperti air, makanan dan lainnya.
Belum lagi uang yang akan dibelanjakan para penumpang yang jumlahnya bisa mencapai 3.000 dalam satu kapal pesiar.
Kapal pesiar Princess Cruises yang akan singgah di Indonesia kebanyakan bertolak dari Australia dengan lama pelayaran antara 9 -21 hari.
Wisatawan Indonesia
Princess Cruises saat ini memiliki 17 kapal pesiar yang membawa sekitar 2 juta penumpang setiap tahun.
Ada lebih dari 150 jadwal pelayaran, menjelajahi lebih dari 360 destinasi dengam jangka waktu pelayaran mulai dari 3 hari hingga 114 hari.
Data dari Cruise Line International Association, dari 2 juta penumpang yang dibawa, penumpang dari Indonesia ada 18.000 pada tahun 2014 dan meningkat dua kali lipat menjadi 40.000 pada tahun 2015.
Tawfik memperkirakan jumlah wisatawan asal Indonesia akan terus meningkat.
Secara umum terbanyak masih didominasi wisatawan dari Tiongkok sebanyak 47,4 persen disusul Taiwan yang mencapai 11 persen.
Indonesia masih sebesar 1,9 persen.
Menurutnya, Asia telah menjadi pasar wisata pesiar dengan pertumbuhan yang cepat.
Delapan dari 10 penumpang berasal dari Asia dengan usia terbanyak di bawah 40 tahun.
Sementara wisatawan dari luar Asia justru berusia lebih tua.
Alaska, negara-negara Mediterania serta Kepulauan Britania merupakan tujuan popular di kalangan masyarakat Indonesia.
Sementara untuk perjalanan pendek, masyarakat Indonesia cenderung berlayar dengan durasi 3 hingga 7 hari di kawasan Asia Tenggara.
Durasi 4-7 malam menempati 50 persen penumpang dari Asia termasuk Indonesia.
"Pada pelayaan yang pertama kali biasanya mengambil durasi yang singkat."
"Bila hanya 3 malam, satu hari baru masih mencari-mencari lokasi di kapal."
"Pada hari kedua baru dapat feel nya ternyata perjalanan sudah selesai."
"Pada perjalanan kedua biasanya akan mengambil waktu yang lebih lama," ujar pria asal Singapura ini.
Tawfik yakin perkembangan penumpang asal Indonesia akan terus naik.
Selain berasal dari keluarga, peningkatan penumpang juga berasal dari peningkatan pesanan MICE (Meetings, Incentives, dan Exhibition), untuk liburan intensif dari perusahaan dan sesi pembinaan kelompok (team building session).
"Sekarang ini banyak perusahaan yang melakukan pembinaan kelompok di kapal karena biar pesertanya tidak berkurang karena tidak bisa ke mana-mana."
"Kalau di darat hari pertama masih ramai."
"Hari kedua sudah mulai berkurang, ada yang belanja atau spa."
"Hari ketiga bisa tinggal 20 persen saja," ujarnya.
Hotel terapung
Tawfik meyakinkan naik kapal tidak akan merasa bosan.
Kapal pesiar jenis Sappire Princess memiliki panjang 952 feet atau sekitar 31 meter (1 meter = 3 feet,red).
Menyediakan pusat belanja, bioskop, restoran yang buka 24 jam, kolam renang dan lainnya untuk kenyamanan dan relaksasi penumpang.
Lalu berapa biaya untuk mendapatkan kenikmatan tersebut?
Untuk perjalanan pendek 3 malam dipatok mulai dari 440 dolar AS atau sekitar Rp 7 juta per penumpang.
Bak Hotel Terapung, Kapal Pesiar Mewah Princess Cruises Siap Angkut 60.000 Turis Asing ke Indonesia
4/
5
Oleh
komarpos